title_web2.jpg

14-15

March, 2013

Kebangkitan Yesus: Fakta Sejarah atau Cerita yang Direka?

Citywalk Sudirman, Function Hall Lt.5, Jakarta

Kebangkitan Yesus“Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.” (1 Korintus 15:14). Demikian yang ditegaskan Rasul Paulus menjawab keragu-raguan sebagian orang Kristen di Korintus dua milenia yang lalu.

Walaupun dengan alasan yang berbeda, di bawah bendera rasionalisme yang didukung oleh kemajuan sains, manusia modern atau bahkan pasca-modern kembali mempertanyaan secara kritis tiang utama iman Kristen ini. Apakah Yesus benar-benar mengalami kebangkitan ragawi dari kematian? Apakah kebangkitan Yesus bukan akibat halusinasi murid-murid-Nya setelah impian mereka akan Sang Mesias kandas secara tragis di kayu salib? Bukankah kebangkitan Yesus dapat juga dilihat sebagai hasil dari pertumbuhan legenda yang kerap terjadi seputar tokoh-tokoh besar agama?

Apakah kebangkitan Yesus benar-benar merupakan fakta sejarah? Adakah bukti sejarah yang dapat diuji secara ilmiah? Apakah informasi dalam PB dapat diperhitungkan dari sudut historiografi modern?


Pertanyaan-pertanyaan sejenis akan disoroti oleh Michael R. Licona, Ph.D., seorang pakar Perjanjian Baru yang secara khusus meneliti peristiwa kebangkitan Yesus dari sudut historiografi. Melalui pendekatan yang disebut “pendekatan fakta minimalis” (minimal facts approach), Dr. Licona akan meneropong fakta demi fakta seputar kebangkitan Yesus berikut dengan bantahan-bantahan yang menggugat kesejarahannya.


Berbagai teori dan pandangan skeptis yang mempersoalkan kebangkitan Yesus akan dibedah secara tuntas oleh Dr. Licona dalam Seminar Sola Scriptura 2013 ini, antara lain:

  1. Kontradiksi yang tampak dalam kisah kebangkitan Yesus yang diceriterakan dalam keempat kitab Injil.
  2. Kesejajaran dan kemiripan cerita kebangkitan Yesus dengan mitos-mitos yang terdapat dalam agama-agama sebelum lahirnya Kekristenan.
  3. KebangkitanYesus sebagai upaya penipuan oleh para murid Yesus yang mula-mula (fraud theory).
  4. Timbulnya halusinasi di antara para murid Yesus sehingga mereka percaya Yesus telah bangkit (hallucination theory).
  5. Kemungkinan bahwa Yesus hanya mengalami mati suri, sehingga peristiwa kebangkitan sebenarnya tidak pernah terjadi.
  6. Kemungkinan terbentuknya legenda tentang kebangkitan Yesus pasca kematian-Nya
  7. Pembuktian sains modern bahwa orang mati tidak mungkin hidup kembali
  8. Adanya kitab-kitab Injil yang hilang yang memuat cerita sesungguhnya mengenai kebangkitan Yesus


Berbagai pertanyaan lainnya masih dapat dilontarkan tentang benar tidaknya Yesus telah bangkit dari antara orang mati. Semuanya ini akan diberi pertimbangan yang kritis dan kajian yang seimbang oleh Dr. Licona yang menulis disertasi doktoral setebal lebih dari 750 halaman mengenai topik ini dari sudut historiografi modern.

Seminar Sola Scriptura 2013 khusus diperuntukkan bagi siapa saja yang sungguh-sungguh ingin meluaskan wawasannya tentang fakta sejarah yang mendasari imannya dan ingin dibekali dengan pertimbangan-pertimbangan serta argumen-argumen yang sehat dan kokoh untuk berdialog dengan pandangan-pandangan skeptis yang mempertanyakan atau bahkan membantah historisitas kebangkitan Yesus. Seperti yang ditegaskan oleh Prof. Ben Witherington III dalam Seminar Sola Scriptura 2008: “Christian faith is not faith in faith. But, it is the faith in the facts about the story of Jesus.” Iman Kristen bukan hanya iman yang dibangun di atas iman, melainkan iman yang berakar pada fakta sejarah di balik kisah Yesus.

Michael R. Licona, Ph.D.
Michael R. Licona, Ph.D.Associate professor in theology at Houston Baptist University
Michael R. Licona adalah pakar Perjanjian Baru yang mengkhususkan diri dalam Studi Kebangkitan Yesus. Meraih gelar Ph.D dalam studi PB dari University of Pretoria (with distinction). Licona adalah anggota dari Studiorum Novi Testamenti Societas, Evangelical Theological and Philosophical Society, Institute for Biblical Research dan Society of Biblical Literature. Bukunya yang terbaru adalah : Why Are There Differences in The Gospels? What We Can Learn from Ancient Biography (Oxford University Press, 2017)

Visi Misi Sola Scriptura

SOLA SCRIPTURA hadir untuk membantu umat Kristen Indonesia mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus; sehingga umat Kristen Indonesia tidak mudah diombang-ambingkan bermacam-macam pengajaran yang menyesatkan dengan segala tipu muslihatnya. (Efesus 4: 13-14).

SOLA SCRIPTURA berusaha memperkenalkan umat Kristen Indonesia kepada perkembangan terkini seputar Alkitab dari para pakar Alkitab kelas dunia agar dapat menilai dengan tepat keabsahan dari berbagai informasi signifikan terbaru tentang Alkitab dan kebenarannya seperti yang diberitakan di media massa.

© Copyright 2018 Sola Scriptura Indonesia. All Rights Reserved.

Search